Halo Sobat Ternak! Apakah Sobat Ternak sering merasa cemas ketika musim kemarau panjang melanda, membuat rumput gajah dan hijauan konvensional lainnya layu, kering, dan sulit tumbuh? Di tengah tantangan iklim yang semakin tidak menentu ini, dunia peternakan modern terus mencari alternatif tanaman pakan yang tangguh, produktif, dan bernutrisi tinggi.
Salah satu bintang baru yang kini mulai dilirik oleh para peternak visioner adalah sorgum. Tanaman serbaguna ini bukan hanya menjadi bahan pangan alternatif bagi manusia, tetapi juga menyimpan potensi luar biasa sebagai pakan ternak berkualitas tinggi, baik untuk ruminansia (sapi, kambing, domba) maupun unggas.
Mari kita bedah tuntas apa saja keunggulan sorgum, bagaimana kandungan nutrisinya, serta cara mengolahnya di kandang Sobat Ternak!
Apa Itu Tanaman Sorgum?
Bagi Sobat Ternak yang mungkin belum familiar, sorgum (Sorghum bicolor) adalah tanaman serealia yang bentuk fisiknya sekilas mirip dengan tanaman jagung atau tebu. Tanaman ini berasal dari benua Afrika dan dikenal memiliki daya adaptasi yang sangat tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan yang ekstrem.
Keunggulan utama sorgum yang paling memikat hati para peternak adalah sifatnya yang sangat tahan terhadap kekeringan (drought tolerant). Ketika tanaman lain mati kelaparan air di musim kemarau, akar sorgum yang dalam tetap mampu mencari cadangan air di dalam tanah dan tumbuh subur. Selain itu, sorgum juga tahan terhadap genangan air sesaat dan dapat tumbuh di lahan marginal yang kurang subur sekalipun.
Keunggulan Sorgum Dibandingkan Hijauan Lainnya
Sobat Ternak tentu ingin tahu, apa sih untungnya beralih atau menambahkan sorgum ke dalam menu harian ternak? Berikut adalah beberapa alasan kuat mengapa sorgum layak dipertimbangkan:
- Produktivitas Biomassa yang Tinggi: Dalam sekali musim tanam, sorgum dapat tumbuh dengan cepat. Hebatnya lagi, setelah dipanen, tanaman ini memiliki kemampuan ratoon (tunas kembali), sehingga Sobat Ternak bisa memanennya 2 hingga 3 kali tanpa harus menanam dari biji lagi!
- Tahan Kekeringan Ekstrem: Menjadi penyelamat utama pakan ternak di saat musim kemarau panjang melanda wilayah peternakan Sobat Ternak.
- Palatabilitas Tinggi: Batang sorgum (terutama jenis sorgum manis) mengandung cairan manis yang membuat ternak sangat menyukainya tanpa sisa.
- Efisiensi Biaya Produksi: Biaya perawatan sorgum relatif lebih murah karena tidak membutuhkan pupuk sebanyak tanaman jagung, serta jarang terserang hama parah.
Kandungan Nutrisi Sorgum untuk Ternak
Dalam dunia nutrisi ternak, kualitas hijauan diukur dari kandungan energi, protein, dan tingkat kecernaannya. Sorgum memiliki profil nutrisi yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan dan produksi ternak:
- Sumber Energi (Karbohidrat): Biji sorgum kaya akan pati dan memiliki kandungan energi yang hampir setara dengan jagung (sekitar 90-95% dari nilai energi jagung). Oleh karena itu, biji sorgum sangat baik digunakan sebagai komponen utama dalam pembuatan pakan konsentrat unggas maupun ruminansia.
- Serat Kasar yang Seimbang: Bagian batang dan daun sorgum menyediakan serat kasar yang sangat dibutuhkan oleh lambung ganda (rumen) sapi dan kambing untuk memicu proses fermentasi pencernaan yang optimal.
- Protein Kasar: Kandungan protein kasar (PK) pada hijauan sorgum berkisar antara 8% hingga 12%, tergantung pada tingkat kesuburan tanah, varietas, dan umur saat tanaman dipanen.
Cara Pengolahan Sorgum untuk Pakan Ternak
Sobat Ternak bisa memanfaatkan hampir seluruh bagian dari tanaman sorgum. Berikut adalah beberapa metode pengolahan yang biasa diterapkan di lapangan:
1. Diberikan Segar (Green Chop)
Sorgum dapat dipotong langsung dari lahan ketika tingginya sudah mencapai 1,5 hingga 2 meter (biasanya sebelum berbunga agar kandungan nutrisinya maksimal dan batangnya belum terlalu keras). Cacah hijauan sorgum sepanjang 3-5 cm agar ternak lebih mudah mengonsumsinya dan meminimalisir sisa pakan yang terinjak-injak.
2. Diolah Menjadi Silase (Pakan Fermentasi)
Karena produksi hijauan sorgum pada musim panen biasanya melimpah ruah, Sobat Ternak dapat mengawetkannya menjadi silase. Batang dan daun sorgum sangat ideal dijadikan silase karena kandungan gula alaminya (terutama pada varietas sorgum manis) cukup tinggi, sehingga membantu proses fermentasi bakteri asam laktat berjalan sempurna di dalam silo atau kantong plastik kedap udara. Silase sorgum ini bisa disimpan berbulan-bulan untuk cadangan pakan di musim paceklik.
3. Pemanfaatan Biji Sorgum untuk Konsentrat
Biji sorgum yang sudah tua dan dikeringkan dapat digiling halus untuk dicampur dengan dedak, bungkil kedelai, atau bahan protein lainnya menjadi pakan penguat (konsentrat) penambah bobot badan ternak potong.
Hal yang Perlu Diwaspadai: Kandungan Dhurrin
Sebagai catatan penting bagi Sobat Ternak, tanaman sorgum muda (terutama pada fase awal pertumbuhan atau saat tanaman mengalami stres kekeringan parah) mengandung senyawa glukosida sianogenik bernama dhurrin yang dapat berubah menjadi racun sianida jika dikonsumsi dalam jumlah besar oleh ternak dalam keadaan segar dan masih sangat muda.
Namun, Sobat Ternak tidak perlu panik! Risiko ini dapat dihindari dengan mudah melalui langkah-langkah berikut:
- Jangan memberikan hijauan sorgum saat umurnya masih terlalu muda (di bawah 40-50 hari atau sebelum tinggi mencapai 1 meter).
- Lakukan pelayuan (dijemur beberapa jam di tempat teduh) sebelum diberikan ke ternak.
- Proses pembuatan silase terbukti ampuh merusak dan menghilangkan kandungan senyawa dhurrin tersebut, sehingga silase sorgum aman 100% untuk dikonsumsi ternak.
Kesimpulan
Tanaman sorgum menawarkan solusi cerdas, ekonomis, dan berkelanjutan bagi para peternak yang ingin lepas dari ketergantungan terhadap rumput konvensional yang rentan mati saat kemarau. Dengan ketahanannya yang luar biasa, produktivitas tinggi, serta kandungan nutrisi yang kaya, sorgum layak menjadi andalan baru di lahan hijauan Sobat Ternak.
