Entok (Cairina moschata) merupakan salah satu jenis unggas air yang sangat populer di kalangan peternak Indonesia. Selain memiliki daya tahan tubuh yang relatif kuat terhadap berbagai penyakit dibandingkan jenis unggas lainnya, entok juga dikenal sebagai hewan yang sangat lahap. Dagingnya yang gurih dan permintaannya yang terus meningkat di pasaran menjadikan budidaya entok sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan.
Namun, kunci utama keberhasilan dalam usaha pembesaran entok tidak hanya terletak pada manajemen kandang yang baik, melainkan pada ketepatan pemberian pakan. Pakan memegang porsi pengeluaran terbesar dalam operasional peternakan, yakni bisa mencapai 60% hingga 70%. Oleh karena itu, memahami formulasi pakan yang tepat, bernutrisi tinggi, namun tetap ekonomis adalah langkah wajib bagi setiap peternak yang ingin meraup keuntungan maksimal.
Mengenal Kebutuhan Nutrisi Entok Berdasarkan Fase Usia
Sama seperti unggas pada umumnya, kebutuhan gizi entok mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usianya. Memberikan jenis pakan yang seragam dari kecil hingga panen tentu bukanlah keputusan yang bijak. Berikut adalah pembagian fase pertumbuhan entok beserta kebutuhan nutrisinya:
1. Fase Starter (Usia 1 Hari hingga 4 Minggu)
Pada fase awal kehidupan ini, organ pencernaan anak entok (itik manila) masih sangat rentan dan pertumbuhannya sedang berada dalam masa emas.
- Kebutuhan Utama: Protein tinggi (berkisar antara 20% hingga 22%) untuk mendukung pembentukan otot, tulang, dan bulu.
- Jenis Pakan: Sebaiknya gunakan pakan komersial khusus unggas (konsentrat atau crumbles starter) yang berukuran kecil agar mudah dicerna.
- Frekuensi: Diberikan secara ad libitum (terus-menerus tersedia) karena metabolisme anak entok sangat cepat.
2. Fase Grower (Usia 1 hingga 3 Bulan)
Memasuki usia remaja, pertumbuhan kerangka tubuh dan bobot badan entok mulai melesat dengan cepat.
- Kebutuhan Utama: Protein mulai diturunkan menjadi sekitar 15% hingga 17%, namun porsi energi dan serat kasar mulai ditingkatkan untuk memperkuat struktur tubuh.
- Jenis Pakan: Mulai diperkenalkan pakan alternatif racikan sendiri seperti campuran dedak padi, jagung giling, ampas tahu, atau hijauan cincang guna menekan biaya pakan pabrikan yang mahal.
3. Fase Finisher / Indukan (Usia 3 Bulan ke Atas / Siap Potong / Siap Produksi)
Fase ini adalah masa penggemukan terakhir sebelum entok dipanen atau masa pemeliharaan entok induk untuk menghasilkan telur.
- Kebutuhan Utama: Karbohidrat dan lemak yang cukup untuk pembentukan daging atau cadangan energi reproduksi, serta tambahan kalsium dan fosfor bagi induk yang sedang bertelur agar kerabang telurnya kuat.
Jenis-Jenis Bahan Pakan Alternatif untuk Entok
Untuk menyiasati tingginya harga pakan komersial di pasaran, peternak pintar biasanya mengandalkan bahan-bahan pakan alternatif lokal yang mudah didapat dan murah. Berikut adalah beberapa bahan pakan yang sangat disukai dan bagus untuk entok:
- Dedak Padi (Bekatul): Merupakan limbah penggilingan padi yang menjadi sumber energi dan serat yang sangat baik. Pilih dedak yang berkualitas tinggi (tidak berbau apak dan tidak menggumpal).
- Jagung Giling: Sumber karbohidrat utama penyuplai energi terbesar yang membuat entok cepat besar dan padat dagingnya.
- Keong Mas dan Ico-ikan Rucah: Sumber protein hewani yang luar biasa murah dan melimpah di area sawah. Keong mas sangat disukai entok, namun pastikan untuk merebusnya terlebih dahulu guna mematikan parasit atau cacing.
- Ampas Tahu: Limbah industri tahu ini kaya akan protein nabati dan sangat bagus jika dicampur langsung ke dalam pakan basah (mashed feed).
- Azolla Microphylla atau Lemna (Kutu Air Besar): Tanaman air ini kaya akan protein nabati, vitamin, dan mineral. Budidaya azolla sangat disukai peternak entok karena bisa menjadi pakan hijauan gratis penurun biaya produksi.
Meracik Pakan Fermentasi untuk Efisiensi Maksimal
Salah satu metode modern dalam pemberian pakan entok yang kini banyak diminati adalah teknik fermentasi. Pakan fermentasi menggunakan bantuan mikroorganisme (probiotik) terbukti memberikan banyak keuntungan, di antaranya:
- Meningkatkan Nilai Gizi: Proses fermentasi memecah serat kasar yang sulit dicerna menjadi nutrisi yang lebih mudah diserap oleh pencernaan entok.
- Menghilangkan Bau Kotoran: Pakan yang difermentasi dengan baik akan memperbaiki sistem pencernaan hewan, sehingga amonia dalam kotoran entok berkurang drastis dan kandang tidak terlalu berbau menyengat.
- Menghemat Biaya: Kita bisa memanfaatkan bahan-bahan murah seperti dedak, ampas tahu, dan cacahan daun singkong untuk difermentasi.
Cara Sederhana Membuat Pakan Fermentasi Entok:
- Siapkan Bahan: 5 kg dedak padi, 3 kg ampas tahu yang sudah diperas airnya, 2 kg tepung jagung, larutan probiotik (EM4 peternakan) secukupnya, tetes tebu (molasses), dan air bersih.
- Larutkan Probiotik: Campurkan 1 tutup botol probiotik dan 2 sendok makan tetes tebu ke dalam 1 liter air.
- Campur Merata: Campurkan seluruh bahan kering di atas lantai yang bersih. Siramkan larutan probiotik secara perlahan sambil terus diaduk hingga merata.
- Uji Kadar Air: Kepal adonan dengan tangan. Jika adonan menggumpal padat namun air tidak menetes dan tangan tidak basah kuyup (kelembapan sekitar 40-50%), berarti tingkat air sudah pas.
- Inkubasi Kedap Udara: Masukkan adonan ke dalam wadah atau drum plastik yang memiliki penutup rapat (sistem anaerob). Tutup rapat dan diamkan selama 5 hingga 7 hari.
- Pemberian Pakan: Setelah tercium bau harum khas fermentasi (asam manis segar), pakan siap dicampur atau diberikan langsung kepada entok kesayangan Anda.
Manajemen Pemberian Pakan dan Tips Penting di Lapangan
Selain kualitas dan jenis pakan, cara dan waktu pemberian pakan juga menentukan efisiensi penyerapan gizi oleh tubuh entok. Perhatikan beberapa tips manajemen pakan berikut ini:
- Pemberian secara Rutin: Berikan pakan minimal dua kali sehari (pagi dan sore hari) dengan takaran yang habis dalam sekali makan. Hindari membiarkan pakan basah terlalu lama di tempat pakan karena mudah berjamur dan asam yang bisa memicu keracunan.
- Sediakan Air Minum yang Cukup: Berbeda dengan ayam, entok adalah unggas air yang sangat sering minum, terutama saat sedang makan untuk membantu melancarkan tenggorokan mereka. Pastikan air minum selalu tersedia di samping tempat pakan.
- Perhatikan Aspek Kebersihan: Cuci tempat pakan dan tempat minum secara berkala untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri patogen penyebab penyakit saluran pencernaan.
- Pemberian Grit (Batu Kecil / Pasir Kasar): Entok tidak memiliki gigi untuk mengunyah makanan. Mereka membutuhkan bantuan grit di dalam empedal (gizzard) mereka untuk menggiling biji-bijian keras. Sesekali berikan akses ke pasir kasar atau pecahan batu bata merah halus.
Dengan menerapkan manajemen nutrisi yang tepat, pemilihan bahan pakan alternatif yang cerdas, serta teknik pengolahan fermentasi, peternak dapat memangkas biaya operasional pakan secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas pertumbuhan entok. Hasil akhirnya, entok akan tumbuh sehat, bertubuh padat, tahan terhadap penyakit, dan memberikan keuntungan finansial yang maksimal bagi peternak.
