Rahasia Pakan Awet dan Bergizi: Mengenal Silase dan Cara Membuatnya untuk Sobat Ternak

Ditulis oleh

di

Halo Sobat Ternak! Apakah kalian pernah merasa kewalahan saat musim kemarau tiba, di mana hijauan pakan ternak (HPT) mulai sulit dicari dan harganya melonjak tinggi? Atau mungkin Sobat Ternak sering mendapati rumput segar yang dibeli terbuang sia-sia karena membusuk sebelum sempat dikonsumsi oleh sapi, kambing, atau domba kesayangan?

Tenang, Sobat Ternak tidak perlu khawatir lagi! Dunia peternakan modern memiliki solusi cerdas dan ekonomis untuk mengatasi masalah ketersediaan pakan sepanjang tahun. Solusi ajaib tersebut adalah silase.

Mari kita kupas tuntas apa itu silase, apa saja keuntungannya, serta bagaimana cara membuat pakan awet bernutrisi tinggi ini langsung dari kandang Sobat Ternak!

Apa Sebenarnya Silase Itu?

Bagi Sobat Ternak yang baru mendengarnya, silase pada dasarnya bukanlah jenis rumput baru. Silase adalah hasil awetan hijauan pakan ternak yang diproses melalui fermentasi anaerobik (tanpa udara) di dalam wadah kedap udara yang biasa disebut silo, atau menggunakan kantong plastik tebal (silo plastik).

Prinsip kerja silase sangat mirip dengan pembuatan kimchi pada manusia atau asinan sayur. Hijauan segar dicincang, dicampur dengan bahan aditif tertentu sebagai sumber energi bakteri, lalu dipadatkan untuk membuang seluruh oksigen yang ada di dalamnya.

Tanpa adanya oksigen, bakteri asam laktat akan berkembang biak dan mengubah gula yang ada dalam tanaman menjadi asam laktat. Asam inilah yang menurunkan tingkat keasaman (pH) silase, sehingga jamur, bakteri pembusuk, dan mikroorganisme perusak tidak dapat hidup. Hasilnya? Pakan hijau tetap segar, bernutrisi tinggi, dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun!

Keunggulan Silase untuk Kemajuan Usaha Peternakan

Sobat Ternak mungkin bertanya-tanya, apa sih kelebihan silase dibandingkan rumput segar biasa? Berikut adalah beberapa alasan mengapa Sobat Ternak wajib mencoba metode ini:

  • Solusi Pakan di Musim Kemarau: Saat musim kemarau, rumput sulit tumbuh. Dengan stok silase yang melimpah di gudang, Sobat Ternak tidak perlu pusing mencari pakan setiap hari.
  • Awet dan Tahan Lama: Silase yang dibuat dengan benar dapat disimpan selama 6 bulan hingga 1 tahun tanpa mengurangi kualitas nutrisinya.
  • Nilai Gizi Terjaga: Proses fermentasi mengunci nutrisi hijauan. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat palatabilitas (tingkat kesukaan ternak) terhadap silase justru lebih tinggi karena aromanya yang khas (sedikit asam manis seperti tape).
  • Efisiensi Waktu dan Tenaga: Sobat Ternak bisa memanen rumput dalam jumlah besar sekaligus, mencacahnya, lalu menyimpannya. Tidak perlu lagi bolak-balik mencari rumput setiap hari.
  • Memanfaatkan Limbah Pertanian: Selain rumput, silase bisa dibuat dari limbah pertanian seperti jerami jagung, pucuk tebu, atau ampas singkong yang sering terbuang sia-sia.

Panduan Praktis: Cara Membuat Silase di Kandang Sobat Ternak

Tertarik untuk mencobanya sendiri, Sobat Ternak? Proses pembuatan silase sebenarnya tidak terlalu sulit. Ikuti langkah-langkah praktis di bawah ini:

1. Persiapan Bahan dan Alat

  • Bahan Utama: Hijauan pakan ternak (misalnya rumput gajah, rumput king grass, atau tebon jagung) sebanyak 100 kg. Pastikan hijauan dilayukan terlebih dahulu selama beberapa jam agar kadar airnya turun (kadar air ideal sekitar 60-70%).
  • Bahan Aditif (Penguat Nutrisi & Fermentasi):
    • Dedak atau bekatul (3-5 kg) sebagai sumber karbohidrat bagi bakteri.
    • Tetes tebu (molases) secukupnya yang dilarutkan dalam air (opsional, untuk mempercepat fermentasi).
    • Inokulan bakteri asam laktat seperti EM4 peternakan (sesuai takaran pada kemasan).
  • Alat: Mesin pencacah rumput (chopper) atau parang, terpal untuk mencampur, timbangan, serta kantong plastik tebal (plastik silase/sampah ukuran besar) atau drum kedap udara.

2. Langkah-Langkah Pembuatan

  • Cacah Hijauan: Potong-potong hijauan pakan ternak menggunakan mesin atau parang dengan ukuran kecil (sekitar 3 hingga 5 cm). Semakin kecil ukuran cacah, semakin mudah hijauan dipadatkan.
  • Layukan Sebentar: Angin-anginkan hijauan yang sudah dicacah selama 4-6 jam di tempat teduh. Tujuannya agar kandungan air berlebih menguap. Ingat Sobat Ternak, hijauan yang terlalu basah akan membusuk alih-alih berfermentasi!
  • Campurkan Bahan Tambahan: Gelar hijauan di atas terpal bersih. Taburkan dedak dan semprotkan larutan air yang sudah dicampur EM4 secara merata ke seluruh permukaan hijauan. Aduk-aduk sampai tercampur sempurna.
  • Masukkan dan Padatkan ke Dalam Wadah: Masukkan adonan hijauan sedikit demi sedikit ke dalam kantong plastik atau drum. Setiap lapisan setinggi 10-15 cm harus dipadatkan sekuat tenaga menggunakan kaki atau alat tumpul. Tujuannya adalah memastikan tidak ada sisa udara (oksigen) yang terjebak di dalam.
  • Tutup Rapat (Anaerob): Jika menggunakan plastik, ikat bagian atasnya dengan kuat lalu lakban agar benar-benar kedap udara. Jika menggunakan drum, tutup rapat hingga tidak ada celah udara.
  • Simpan dan Inkubasi: Simpan wadah silase di tempat yang teduh, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung atau hujan.

Kapan Silase Siap Diberikan kepada Ternak?

Sobat Ternak, proses fermentasi silase biasanya membutuhkan waktu minimal 21 hari (3 minggu). Setelah masa tersebut, buka wadah silase dan lakukan pengecekan kualitas dengan mengamati beberapa indikator berikut:

  • Aroma: Silase yang baik memiliki bau harum khas fermentasi (sedikit asam segar seperti tape atau asinan). Jika tercium bau busuk yang menyengat, berarti proses pembuatan gagal (kemungkinan ada udara yang masuk).
  • Warna: Warna hijauan biasanya sedikit berubah menjadi agak kecokelatan atau hijau kekuningan, namun tidak menghitam gosong.
  • Tekstur: Tekstur hijauan masih utuh, tidak hancur menjadi bubur, dan tidak ditumbuhi jamur berwarna putih/hitam di bagian dalam.

Sebelum diberikan ke ternak, angin-anginkan silase selama 15-30 menit di udara terbuka agar gas asamnya sedikit menguap. Pada awal pemberian, Sobat Ternak bisa mencampurkan silase dengan sedikit rumput segar agar ternak dapat beradaptasi dengan aroma dan rasanya.

Kesimpulan

Bagaimana Sobat Ternak? Sangat menarik dan bermanfaat bukan? Pembuatan silase merupakan terobosan cerdas yang dapat menghemat waktu, tenaga, sekaligus mengamankan ketersediaan pakan berkualitas tinggi untuk ternak kesayangan di segala musim. Dengan manajemen pakan yang baik, produktivitas ternak pun akan meningkat dan keuntungan usaha peternakan Sobat Ternak akan semakin melesat!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *